Share Up To 110 % - 10% Affiliate Program

Rabu, 24 Juni 2015

6 pedang Legendaris

6 Pedang Legendaris yang Paling Mematikan dalam Sejarah

Dalam perjalanan Sejarah Dunia, perang merupakan hal yang harus dilalui untuk mencapai kejayaan dan kekuasaan. Dalam perang, senjata adalah hal yang paling utama, dan yang paling banyak digunakan adalah pedang. Muncul banyak kisah heroik penggunaan pedang dalam catatan sejarah, pedang dan penggunannya menjadi tersohor dan terus dikenang sampai saat ini. Berikut 6 Pedang Mematikan yang Melegenda Sepanjang Sejarah :

1. Pedang Marengo Napoleon
foto : www.napoleonichistoricalsociety.com
Napoleon Bonaparte adalah seorang pemimpin yang sangat berpengaruh dimasanya. Dia membawa perancis menaklukan berbagai negara dan kebudayaan di dunia. Dalam setiap pertemurannya, Napoleon selalu membawa pistol dan pedang. Salah satu pedang terbaik milik napoleon adalah Pedang Marengo, pedang yang bertahtakan emas dan dipercaya dapat memotong manusia seperti memotong mentega.

2. Pedang Excalibur St. Galgano
foto : bloggatogordo.wordpress.com
Kisah King Arthur mengiringi kisah pedang legendaris Excalibur. Kisah yang bercerita siapapun yang mampu mencabut pedang Excalibur dari batu maka dia akan menjadi raja inggris, dan kemudian Arthur lah yang mampu mencabut pedang legendaris tersebut.

Walaupun Legenda Arhtur hanyalah sebuah cerita rakyat, namun pedang Excalibur benar-benar nyata dan ada. Pedang Excalibur terletak di sebuah kapel di Monte Siepi, Italia. Disana Pedang Excalibur tertanam didalam batu.

Pedang yang tertanam didalam batu itu dipercaya milik seorang Ksatria dari Tuscany yang hidup pada abad 12. Ksatira yang bernama St. Galgano adalah satria yang sangat kejam dan bengis, dia tidak segan menghabisi semua musuhnya dengan pedang tersebut.

Disuatu ketika Galgano didatangi oleh Malaikat dan diminta untuk bertobat. Galgano megatakan bertobat untuknya seperti membelah batu, dan untuk membuktikannya Galgano mencoba menancapkan pedangnya ke sebuah batu. Tidak disangka pedang tersebut tertancap dengan mudahnya kedalam batu tersebut, dan sejak saat itu Galgano bertobat.

3.Kusanagi no Tsurugi
foto : isolympia.com
Pedang Kusanagi adala pedang legendaris dan bagian tak terpisahkan dari mitologi jepang kuno. Menurut legenda, Pedang Kusanagi digunakan oleh Dewa Susanou untuk membunuh monster ular berkepala delapan.

Legenda pedang Kusanagi memang terkesan sulit dipercaya, namun pedang Kusanagi benar-benar ada. Pedang Kusanagi merupakan satu dari tiga harta penting peninggalan Kekaisaran Jepang Kuno. Pedang Kusanagi sendiri terakhir terlihat saat penobatan kaisar Akihito, keberadaannya sekarang tidak diketahui.
4. Pedang William Wallace
William Wallace adalah seorang pahlawan Skotlandia yang paling disegani selama perang kemerdekaan Skotlandia di akhir abad ke-13. William Wallace mempunyai sebuah pedang yang sangat legendaris, dan menurut legenda, pedang tersebut memiliki sarung yang terbuat dari kulit manusia.
Pedang William Wallace sekarang disimpan di National Wallace Monument dan telah mengalami perbaikan berkali-kali.
5. Pedang Goujian
foto : www.bladeforums.com
Pedang Goujian telah lama menjadi misteri. Pada tahun 1965 pedang legenda ini ditemukan di sebuah situs pemakaman kuno di Chona. Para arkeolog memperkirakan umur pedang Goujian lebih dari 2.000 tahun. Walaupun sudah berusia 2.000 tahun, pedang Goujian tetap awet tidak berkarat, bahkan masih terdapat noda darah pada ujungnya.
Pedang Goujian dahulu dimiliki oleh raja dinasti Yue, Goujan dan dipercaya sebagai pedang legendaris yang terdapat dalam kitab The Lost History of Yue. Menurut kitab tersebut, pedang Raja Goujian dibuat istimewa dengan mengerahkan kekuatan langit dan bumi.
6. Pedang Zulfiqar
foto : stresseffect.wordpress.com
Pedang Zulfiqar menjadi saksi bisu perjuangan umat islam. Pedang ini milik Ali bin Abi Thalib yang merupakan salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW dan selalu menyertai Ali dalam pertempuran melawan orang-orang Kafir. Menurut cerita, Nabi Muhammad memberikan pedang Zulfiqar kepada Ali pada saat Perang Uhud.

Ikan Tumis Mangga Muda

IKAN TUMIS MANGA MUDA


bahan-bahan:
ikan
manga muda
cabe ijo/cabe merah
bawang bombai/bawang putih
jahe, tomat , daun bawang
garam, penyedap rasa, gula jawa
cara':
cuci ikan lalu lumurin ikan pake garam dan air jeruk tipis
diamkan selama 20 mit, lalu di goreng sampe matang
iris semua bahan''
lalu tumis bawang merah bawang putih, jahe sampe harum, lalu masukan tomat cabe ijo, cabe merah kasih air 1/2gelas, tunggu sampe air mendidih lalu masukan garam penyedap rasa dan gula merah, cobain rasa sudah pas atou blm
ikan yg sudah matang taroh di piring yg pas buatnya lalu tarubin tumisan manga tadi ke ikan,
rasanya asem manis pedas.




domino

                                                                             DOMINO

Download for Domino:Android

Judi Domino 99
Jika di tinjau dari sejarah. Domino itu sendiri berarti sebuah permainan kartu generik yang didalamnya terdapat beberapa bulatan kecil memiliki nilai sebagai pengganti angka yang diduga berasal dari negara Cina. Walau ada juga informasi lain yang menyebutkan bahwa penamaan Domino ternyata memiliki kata asal dominius yang berarti Tuan Rumah, seangkan di Negara lain seperti Inggris dan Skotlandia kata Domino memiliki makna yang sama dengan Domini yang berarti Kepala Sekolah. Di Indonesia kartu ini bisa ditemukan dengan warna putih dan kuning dengan ukuran 3cm x 5cm dan memiliki bulatan - bulatan kecil berwarna merah. Saat ini Domnio sudah merupakan permainan yang sangat populer disemua kalangan. Permainan ini biasanya dimainkan secara berkelompok dan menjadi favorit para penjaga malam. Namun, seiring dengan perkembangan zaman ternyata kartu ini mulai di suguhkan dalam bentuk permainan digital. Dari mulai permainan offline melawan komputer hingga kepada situs - situs judi yang menawarkan permainan domino online yang di iming - imingi hadiah uang tunai dengan melawan orang lain yang sedang online juga.
Pada masa modern ini, semua aktifitas dilakukan serba instan. Permainan yang dulunya dipercaya hanya dimainkan para bangsawan kekaisaran, kini malah bisa dinikmati siapa saja. Memang benar kata para guru kita ketika duduk dibangku Sekolah Dasar, bahwa Peradaban Zaman Senantiasa Berubah.

Selasa, 23 Juni 2015

8 bintang

8 Bintang Film yang Perankan Beberapa Superhero


Seiring makin digemarinya film superhero saat ini, proses casting menjadi satu hal yang cukup esensial dan selalu menarik untuk diikuti. Menariknya lagi, casting superhero seringkali berujung pada pro dan kontra yang mayoritas disuarakan oleh fans dari superhero terkait. Apapun itu, karena superhero sudah memiliki basis fans yang terhitung besar, maka hampir bisa dipastikan nama aktor/aktris yang memerankannya akan melambung tinggi, apalagi jika cara mereka membawakannya berhasil menyamai atau bahkan melebihi ekspektasi.
Satu hal yang terdengar menggeltik, ternyata ada situasi dimana satu aktor/aktris bisa terpilih memerankan lebih dari satu superhero. Hal ini sebenarnya bisa terjadi karena beberapa faktor. Salah satunya yang cukup masuk akal ialah penampilan fisik mereka yang pas dan sesuai untuk menghidupkan beberapa superhero. Dan berikut adalah delapan bintang film yang ditunjuk memerankan beberapa superhero:

8) Halle Berry (Storm/Catwoman)

Storm & Catwoman
Meskipun berhasil membawa pulang piala Oscar atas penampilan impresifnya di drama Monsters Ball, nama Halle Berry justru melejit lewat film-film superhero, yakni franchise X-Men sebagai Storm dan Catwoman sebagai karakter utamanya. Bagaimanapun, gelar aktris terbaik Academy Award yang disandang Berry nyatanya belum cukup untuk membuat dewi fortuna berpihak padanya di genre superhero. Jika franchise X-Men terbilang menyia-nyiakan talenta Berry lantaran memberinya porsi peran relatif kecil, maka di Catwoman Berry justru tampil melempem kecuali kecantikan dan keseksiannya sebagai antiheroine yang sangat menghipnotis.

7) Ellen Page (Kitty Pryde/Boltie)

Kitty Pryde & Boltie
Berkebalikan dengan Halle Berry, Ellen Page yang menyabet nominasi Oscar (namun tak pernah memenangkannya) masih memiliki taji di kancah film superhero yang sepak terjangnya disambut positif. Peran aktris bertubuh mungil yang paling populer ialah Kitty Pryde, mutan yang mampu bergerak menembus benda padat. Jangan lupakan juga kemampuannya mengirim seseorang ke masa lalu di X-Men: Days of Future Past yang menjadi bagian krusial dalam keseluruhan cerita film.
Peran Page yang lain adalah Boltie dalam Super yang berkisah superhero gadungan ala Kick-Ass. Walaupun kurang familiar di telinga audiens mainstream, namun mereka-mereka yang telah mencicipi film indie karya James Gunn mayoritas setuju kalau Boltie adalah pencuri perhatian yang ulung dan memorable. Namun alih-alih tampil manis seperti yang banyak dikenal orang di Juno, disini Page tak segan menyuguhkan kegilaan yang tak jarang sampai mengernyitkan dahi penontonnya.

6) Ryan Reynolds (Green Lantern/Deadpool)

Green Lantern & Deadpool

Jauh sebelum film Deadpool yang kini cukup diantisipasi mendapatkan lampu hijau, Ryan Reynolds sudah terlebih dulu memerankan karakter antihero tersebut di X-Men Origins: Wolverine. Namun sayangnya sepak terjang Deadpool disana tidak sekeren yang diharapkan fans. Oleh karenanya film solo Deadpool diharapkan mampu memaksimalkan kegilaan aksi prajurit bayaran yang terkenal kocak.
Serupa dengan X-Men Origins: Wolverine, peran superhero Reynolds di film Green Lantern juga memperoleh respon kurang baik. Bukan penampilan Reynolds sebagai Hal Jordan yang dipersoalkan, melainkan pendalaman karakter yang kurang diprioritaskan. Alhasil, Green Lantern tampak seperti pertunjukan Reynolds mengenakan kostum hijau jamrud berhiaskan CGI dosis tinggi namun ditambah rangkaian adegan action yang lumayan menghibur.

5) Nicolas Cage (Ghost Rider/Big Daddy/Superman)

Ghost Rider & Big Daddy & Superman
Dari peran kelas Oscar hingga kelas dua, sulit untuk mengingkari kenyataan bahwa Nicolas Cage sudah mencoba beragam jenis peran di sepanjang karir aktingnya. Peran superhero pun juga tidak luput dari daftar filmografi Cage. Dari seorang rider motor gede berkepala api a.k.a. Ghost Rider, Cage kemudian mencoba sesuatu yang lebih gila lagi.
Ya, Cage sempat unjuk kebolehan aktingnya di Kick-Ass dengan memparodikan Batman yang mengusung nama Big Daddy. Hasilnya pun boleh dibilang tidak mengecewakan dan sedikit banyak sudah membantu melejitkan kembali nama Cage yang sempat meredup. Dan satu lagi, Cage juga terpilih menjadi Superman di film besutan Tim Burton yang batal diproduksi di akhir tahun 90-an. Uniknya, Superman versi Burton/Cage ini berani tampil beda karena ia memiliki rambut panjang. Sulit dibayangkan jika film Superman nyentrik ini berakhir dibuat.

4) Aaron Taylor-Johnson (Kick-Ass/Quicksilver)

Kick-Ass & Quicksilver
Nicolas Cage bukan satu-satunya bintang Kick-Ass yang tampil dalam film superhero lain. Sang pemeran Kick-Ass, Aaron Taylor-Johnson, berhasil menemukan jalannya menjadi superhero “sungguhan” dengan memerankan Quicksilver yang bergabung dengan skuad Avengers untuk menghentikan Ultron. Namun jika Kick-Ass menjadi hembusan udara segar di tengah menjamurnya film superhero bergelimang efek CGI, maka Quicksilver Taylor-Johnson hadir pasca kedatangan speedster yang sama versi Evan Peters di X-Men: Days of Future Past.
Quicksilver Peters memang tidak mudah dilupakan berkat adegan slow-motion miliknya yang menjadi momen seru di Days of Future Past. Sementara Quicksilver Taylor-Johnson juga tidak kalah dalam menghadirkan momen keren, hanya saja ia seperti tenggelam oleh pesona saudaranya, Scarlet Witch. Seandainya Quicksilver Johnson tidak buru-buru dieliminasi, maka ia punya kesempatan untuk membuat dirinya lebih memorable.

3) Samuel L. Jackson (Frozone/Nick Fury)

Frozone & Nick Fury
Aktor dengan talenta sebesar Samuel L. Jackson dapat dengan mudah terdeteksi radar film superhero. Sehingga rasanya tidak mengejutkan begitu mengetahui ia mengambil peran Nick Fury yang selalu muncul di setiap film Marvel, di luar Guardians of the Galaxy.
Jackson sendiri telah lama menjadi bagian penting di Marvel Cinematic Universe, namun film yang pertama kali membawanya ke dunia superhero tidak lain adalah The Incredibles dari Pixar. Posisi jagoan utama dalam film mungkin berada di pundak besar Mr. Incredible. Tapi harus diakui pahlawan berkekuatan es, Frozone, yang disuarakan Jackson selalu berhasil mencuri perhatian di setiap adegan yang menampilkannya.
Jackson belakangan memastikan Frozone siap hadir di sekuel Incredibles yang kembali digarap Brad Bird, sehingga ini akan menjadi kabar gembira bagi penggemar Incredibles.

2) Ben Affleck (Daredevil/Batman)

Daredevil & Batman

Beberapa aktor pernah merasakan karir yang naik turun bak roller coaster seperti halnya Ben Affleck. Di balik hingar bingar kesuksesan yang ia ukir di Good Will Hunting sampai Argo, sang aktor juga pernah merasakan masa-masa sulit pada awal 2000-an. Satu dari sekian film yang dinilai ikut andil menyebabkan Affleck terpuruk ialah Daredevil yang seolah menjadi magnet ejekan untuk dirinya. Maka tak heran jika ia sempat mengutarakan penyesalannya atas keputusannya mengambiln peran Matt Murdock dalam film superhero Marvel.
Akan tetapi selalu ada kesempatan kedua dalam hidup ini, bukan? Ya, kiranya kalimat itulah yang tepat untuk menggambarkan posisi Affleck saat ini. Tak tanggung-tanggung, ia bahkan dipercaya menghidupkan sosok superhero yang lebih populer juga ikonik: Batman. Kendati casting ini cukup mengundang banyak keraguan, yang pasti sutradara Zack Snyder punya alasan tersendiri menjadikan Affleck sebagai The Dark Knight di Batman v Superman yang menandai awal DC Cinematic Universe.

1) Chris Evans (Human Torch/Captain America)

Human Torc & Captain America
Chris Evans bisa dibilang seperti “bunglon” yang selalu berhasil membaur dengan lingkungan tempat ia berpijak. Dalam artian, Evans tampil tanpa celah baik dalam memerankan Human Torch dan Captain America, terlepas dari dua film superhero tersebut memiliki tingkat kesuksesan yang berbeda.
Bagian menariknya, Marvel masih mau memberikan tiket kepada Evans untuk masuk ke dalam markas besar Avengers yang bertabur bintang, tak lama setelah ia menjadi bagian Fantastic Four yang berakhir buruk. Ini membuktikan Evans masih punya kharisma dan kemampuan akting yang sayang untuk disia-siakan begitu saja. Berikutnya ia siap kembali di Captain America: Civil War pada 2016 dan banyak sekali yang penasaran apakah ini menjadi film Marvel terakhirnya lantaran Evans berulang kali mengatakan ingin berhenti membintangi film-film besar.

Garo Gold Storm

First Impressions: Garo: Gold Storm Soar

Back when it was announced that Ryuga from Garo: The One Who Shines in the Darkness would appear in a new Garo series, there are two possible outcomes that could come out of this. On one hand, we get to see Ryuga as a more experience Makai Knight. On the other, this meant that we would have to deal with a Garo installment that mostly uses CG for its monsters and armored wolf heroes. Thankfully, there was hope in the latter not happening too often, since the Garo series’ creator, Keita Amemiya, has returned to direct the sixth TV series (fifth if you don’t count the Garo anime, Garo: The Carved Seal of Flames) in the franchise.
While Garo: Gold Storm Soar’s prequel movie featured actual well-made costumes, this didn’t save the TV series' first three episodes from replicating the third Garo installment's tendency of using only CG Horrors. However, seeing that Garo: The One Who Shines in the Darkness still had a great story and cast, this downside might not hold the series back in the long run. With Amemiya being involved in Ryuga’s latest adventure, there's a good chance that we're in for an amusing ride.


Just like Garo: Makai no Hana's early episodes, the sixth series throws us into the main conflict. In this installment, two mysterious figures called Zinga and Amily are behind the increase in Horror activity in the surrounding area, which leads up to them releasing Ladan, another powerful Horror, from its seal. In other words, Ryuga and Rian are in for a mission where they have to prevent these two figures from completing in their plan.
Compare to the previous toku series, Gold Storm’s basic premise doesn’t do too much to pull viewers in. Instead, the show’s big appeal is getting to see Ryuga and Rian in action again. Seeing that it’s been a good while since Garo: The One Who Shines in the Darkness, the staff manage to show us that their characters have grown from back then. Ryuga seems to be more aware of his environment in battle, and Rian continues to mess with her opponents while using a gun and brush in combat. All in all, as a person who enjoyed the third Garo series, the main cast's evolution was a nice way to spice up the story. That, and Ryuga’s shuriken-shooting sheathe is an amazing way to make the guy stand out from Kouga, Raiga, and Leon.

As nice as it was to see Ryuga and Rian again, the series fell short of delivering a solid performance. Sure, the show established the main conflict early on, but show’s tendency to rely on CG Horrors prevents it from reaching the same level of greatness found in the Kouga and Raiga Garo installments. Unfortunately, this continues to be a trend in Gold Storm’s second and third episode, which means that the franchise’s team might be saving the Horror costume designs for the upcoming Garo movie that stars Raiga from Makai no Hana. Nonetheless, the action choreography between the human characters continue to be a treat, since the action's still dynamic and well-shot. On top of that, each Horror-of-the-Week sports a unique design, which is an improvement over the third installment's decision to mostly feature the same creature models.
Speaking of improvements, Ryuga’s battles as the Golden Knight utilize a new-and-improved Garo suit, which shows that the team’s still capable of creating cool outfits. From the detail in the armor's neck to the shoulders' new shapes, the current costume is a nice change from the one that was featured in the earlier titles. If anything, this is one factor that’s an improvement over the third series in the franchise, since we get to see the Armor’s Suit Actor partake in more stunts.

Interestingly, Masahiro Inoue (Kamen Rider Decade’s Tsukasa/Decade) appears in the series as Zinga, which means that he’s retained his title as the Destroyer of Worlds. Based on his performance so far, he might evolve into an interesting villain later on. I guess it’ll all depend on how he interacts with the show’s cast during the first major encounter. For now, it's hard to determine whether he'll be a good or terrible villain, since his appearances have been brief for now.
In terms of continuity, Gold Storm doesn’t require for its viewers to be familiar with its prequel film. Judging from the show’s first three episodes, the only thing that people likely missed out on was the introduction of D. Ringo, his assistant Yukihime, and Ryume, the show’s main Watch Dog. While these characters likely played a big supporting role in series’ prequel, the two shopkeepers seem to provide Ryuga with any information about his targets. Nonetheless, there’s a good chance that they’ll be more fleshed out in this installment, so viewers shouldn’t worry about feeling left out. Seeing the Gold Storm TV show’s premise is different from its movie, the program’s timeline won’t be an issue here.

Even though Gold Storm lacks the same strengths that made Makai no Hana’s beginning worthwhile, the show still has the potential to be a good installment for the franchise. Since the program’s been leaving us with hints of Zinga and Amili plan for Ladan, I’m certain that the plot’ll get juicier in the later weeks to come. Hopefully, we’ll get to see some actual new Horror costumes in future episodes, since it’s one of the fine ingredients that make the Garo franchise great. Considering that the series’ visuals are an improvement from Garo: The One Who Shines in the Darkness, this is a great sign that Amemiya’s direction will turn this program into a shining success-- even if the well-designed Monster-of-the-Week suits are absent.

Senin, 22 Juni 2015

Beruang dan Pemburu



Beruang dan Sang Pemburu

            Pada suatu hari; ada dua orang sahabat bernama Ray dan Max. Mereka pergi ke hutan untuk berburu kelinci. Ray berbadan besar dan memiliki senjata. Max berbadan kecil dan tidak memiliki senjata.
            Ray berkata kepada Max “Jangan khawatir Max aku akan melindungimu dari serangan binatang buas”, kemudian mereka berjalan ke dalam hutan mencari kelinci.
            Tiba – tiba seekor beruang muncul di depan mereka. Beruang itu meraung dengan kerasnya. Beruang terlihat lapar dan marah.
Ray dan Max sangat takut. Mereka tidak bisa berbuat apa – apa, mereka hanya berdiri gemetar memandangi beruang tersebut.
            Kemudian, Ray cepat – cepat membuang senjata yang dipegangnya. Berlari secepat mungkin meninggalkan Max dan memanjat pohon terdekat. Max masih berdiri di depan beruang. Max tidak punya waktu untuk berlari.
Beruang semakin dekat dan dekat ke arah Max. Max bertambah takut “Oh Tuhan, apa yang harus aku lakukan ? Beruang itu akan memakanku” pikir Max pada dirinya.
“Barangkali jika aku berbaring di tanah dan tetap diam, beruang akan berpikir aku sudah mati. Kemudian dia akan pergi menjauh”. Akhirnya Max berbaring di tanah, tidak bergerak dan menutup matanya.
Sementara itu, di atas pohon Ray melihat semua kejadian secara perlahan. Ia melihat beruang mendekati kepala Max dan membisikkan sesuatu ke telinga Max. Kemudian beruang pergi perlahan – lahan meninggalkan Max.
            Setelah beruang pergi, Max membuka mata dan berdiri. Ray cepat – cepat turun dari pohon. “Apa yang beruang bisikkan di telingamu Max ?” tanya Ray.
“Beruang itu bilang kamu bukan teman yang baik karena kamu meninggalkan aku ketika aku dalam bahaya” kata Max. Ray tampak bingung sambil meggaruk – garuk kepala.